Bosan dengan apartemen sempit? Kenalan dengan Apartemen Loft. Hunian dengan plafon tinggi dan lantai mezzanine yang bikin ruangan terasa luas dan estetik. Cek kelebihan dan kekurangannya di sini.
Pernahkah Anda masuk ke sebuah unit apartemen studio, tapi rasanya lega sekali? Langit-langitnya tinggi menjulang, dan ada tangga kecil menuju tempat tidur di bagian atas?
Itulah yang disebut Apartemen Loft.
Di tahun 2026 ini, tren hunian vertikal semakin kreatif. Jika dulu kita hanya mengenal tipe Studio (satu ruangan) atau 1BR/2BR (sekat tembok biasa), kini tipe Loft menjadi primadona bagi kaum milenial dan Gen Z di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.
Tapi, apa sebenarnya apartemen Loft itu? Apakah hanya sekadar gaya-gayaan, atau memang fungsional? Mari kita bahas dengan bahasa yang simpel.
Apa Itu Apartemen Loft?
Secara sederhana, Apartemen Loft adalah unit apartemen yang memiliki langit-langit (ceiling) sangat tinggi (biasanya 4 hingga 6 meter).
Karena tingginya itu, ruangan dibagi menjadi dua level secara vertikal:
-
Lantai Bawah: Biasanya untuk ruang tamu, dapur, kamar mandi, dan area kerja.
-
Lantai Atas (Mezzanine): Area setengah lantai yang menggantung, biasanya digunakan khusus untuk tempat tidur atau ruang privasi.
Jadi, meskipun luas tanahnya (luas semi-gross) sama dengan tipe Studio biasa, volume ruangannya dua kali lipat lebih besar. Rasanya seperti tinggal di rumah tingkat mini, bukan di kotak sepatu.
Mengapa Tipe Loft Sangat Populer di 2026?
Ada alasan kuat mengapa pengembang properti berlomba-lomba membangun tipe ini, dan penyewa berebut mencarinya:
1. Ilusi Ruangan yang Luas
Masalah utama apartemen di pusat kota adalah ukurannya yang sempit. Dengan konsep Loft, mata kita dimanjakan dengan high ceiling dan kaca jendela yang besar (biasanya full glass dari lantai ke plafon). Ini membuat ruangan terasa lega, mewah, dan tidak sumpek.
2. Pemisahan Area Privasi (Work-Life Balance)
Bagi yang bekerja hybrid atau WFH, tipe Studio biasa seringkali membosankan karena kita bekerja di sebelah kasur. Di tipe Loft, ada pemisahan mental yang jelas. Lantai bawah untuk “Kerja/Aktivitas”, lantai atas khusus untuk “Istirahat”. Privasi lebih terjaga, apalagi jika ada tamu yang berkunjung.
3. Hemat Listrik Cahaya
Jendela yang tinggi membuat cahaya matahari masuk maksimal. Anda hampir tidak perlu menyalakan lampu dari pagi sampai sore. Sangat hemat energi dan bagus untuk konten media sosial (Instagramable).
Kelebihan dan Kekurangan (Wajib Tahu Sebelum Beli/Sewa)
Jangan hanya tergiur desainnya yang cantik. Pertimbangkan juga sisi fungsionalnya.
Kelebihan:
-
Estetika Juara: Desainnya modern, industrial, dan sangat kekinian.
-
Sirkulasi Udara: Udara lebih banyak berputar karena volume ruang besar.
-
Nilai Sewa Tinggi: Karena unik, tipe Loft biasanya bisa disewakan dengan harga lebih mahal dibanding tipe Studio biasa dengan luas yang sama.
Kekurangan:
-
Boros AC: Mendinginkan ruangan dengan plafon setinggi 5 meter butuh AC dengan PK besar (minimal 1.5 – 2 PK). Tagihan listrik bisa lebih bengkak.
-
Tangga: Tidak ramah untuk lansia atau balita. Jika Anda tinggal bersama orang tua atau anak kecil yang aktif, tangga curam bisa berbahaya.
-
Akustik/Suara: Karena konsepnya terbuka (tanpa pintu kamar di atas), suara TV dari bawah akan terdengar jelas di tempat tidur atas. Kurang kedap suara.
Siapa yang Cocok Tinggal di Loft?
Apartemen tipe ini tidak untuk semua orang. Loft adalah jodoh yang tepat bagi:
-
Lajang (Singles) & Pasangan Muda: Yang mengutamakan gaya hidup dinamis dan estetika.
-
Content Creator: Setiap sudut ruangan bisa jadi studio foto/video alami.
-
Pekerja Kreatif/Freelancer: Membutuhkan ruang inspiratif untuk bekerja di rumah.
Tips Memilih Apartemen Loft
Jika Anda berniat membeli atau menyewa, perhatikan 3 hal ini:
-
Tinggi Plafon Mezzanine: Pastikan saat Anda berdiri di lantai atas (area tidur), kepala Anda tidak terbentuk plafon. Minimal tinggi area atas adalah 2 meter agar nyaman.
-
Material Tangga: Pastikan tangganya kokoh, tidak goyang, dan memiliki railing (pegangan) yang aman.
-
Posisi AC: Pastikan posisi AC bisa menjangkau area tidur di atas, karena udara panas cenderung naik ke atas (hot air rises).
Kesimpulan
Apartemen Loft adalah solusi cerdas untuk memaksimalkan lahan terbatas di perkotaan tanpa mengorbankan kenyamanan. Ia menawarkan “nafas” yang lebih lega di tengah padatnya hunian vertikal.
Meskipun butuh perhatian ekstra pada penggunaan listrik (AC), pengalaman tinggal di unit Loft memberikan sensasi kemewahan dan kebebasan yang sulit didapat di apartemen konvensional.
Jadi, apakah Anda siap pindah ke hunian dua lantai yang stylish ini?
FAQ (Pertanyaan Populer untuk Voice Search)
1. Apakah apartemen loft lebih mahal? Secara harga beli per meter persegi, biasanya sedikit lebih mahal karena konstruksi strukturnya lebih rumit, namun harga sewanya juga lebih tinggi.
2. Apakah lantai mezzanine dihitung dalam luas sertifikat? Hati-hati, kebanyakan sertifikat apartemen (Strata Title) hanya menghitung luas lantai dasar (floor area). Area mezzanine seringkali dianggap “bonus” furnitur atau struktur tambahan, kecuali dinyatakan lain oleh pengembang.
3. Berapa PK AC untuk apartemen loft? Disarankan menggunakan minimal 1.5 PK hingga 2 PK agar udara dingin bisa merata hingga ke lantai atas.***